Langsung ke konten utama

Uji Publik SMAN 1 Cianjur 2019

UJI PUBLIK SMAN 1 CIANJUR


Assalamu'alaikum
Bismillah! Hi peeps!
For the first time, untuk journal kali ini saya Salisa Amazia dari kelas X IPA 4 sebagai siswa Smansa akan sedikit berbagi cerita saya tentang Uji Publik 2019.

Sebelumnya kalian tau ga sih apa itu Uji Publik? Sebuah rangkaian acara untuk memilih ketua OSIS baru nih gengs! Dilaksanakan pada tanggal 8 Oktober-10 Oktober 2019. Ngapain aja sih?


Pada tanggal 8 Oktober 2019, ada penyampaian visi dan misi dari masing-masing calon ketua umum OSIS. Emang siapa aja calonnya? Dari kandidat pertama Fakhrian Yudiansyah dari XI IPA 3, kandidat kedua Salva Rulla K dari XI IPA 4, dan kandidat ketiga Rifani Syahru R dari XI IPA 8.

 Ketiganya sangat luar biasa, terlihat dari public speaking saat penyampaian visi, misi, dan menjawab pertanyaan yang sudah disiapkan maupun yang dilontarkan secara spontan oleh siswa-siswi Smansa randomly, pakaian, dan semua halnya sudah dipersiapkan dengan baik. Dalam pengelolaan acara pun yang kepanitiaannya oleh OSKA atau OSIS dan MPK Smansa sudah begitu terkoordinir.

Salah satu bagian favorit saya saat itu adalah saat adanya pertanyaan yang dilontarkan siswa-siswi Smansa, yang dibagi menjadi 3 pertanyaan per 3 bagian audiens. Pertanyaan pertama, "Mending hubungan antar siswa atau giat belajar?" Maksud dari pertanyaan ini adalah kecenderungan dari ketiga kandidat  dan semua menjawab hubungan antar siswa. Menurut pendapat saya sendiri lebih baik balance karena tujuan sekolah bukan hanya mencari pengalaman tapi juga mencari ilmu, dan itu akan berguna bagi masa depan nanti juga dipakai saat bersosialisasi.

 Pertanyaan kedua, "Apa yang akan dilakukan jika visi dan misinya tidak tercapai?" dan ketiga kandidat memberikan argumen yang sangat baik dan lugas. Dan pertanyaan ketiga "Apa yang melatarbelakangi ingin menjadi ketua umum OSIS?" Dan memang ketiganya memiliki impian yang tulus dan berwibawa, sehingga membuat saya bingung pada saat itu untuk memilih calon yang mana :"). Hal ini menjadi salah satu bagian favorit saya karena ketiga pertanyaan cukup mewakili uneg-uneg saya dengan jawaban yang memuaskan.
                                                                                                              Namun, ada sedikit hal yang kurang mengenakan saat acara berlangsung, saat kandidat berbicara, kebanyakan audiens tidak mendengarkan dan mengobrol tanpa peduli apa yang dibicarakan didepan, hal ini mengganggu ketertiban dan kekondusifan acara sehingga sedikit mengganggu pembicara. Padahal sebelumnya sudah diingatkan oleh Pak Yusdi bahwa kita sebagai audiens harus mengetahui posisi dan proporsi yaitu mendengar bukan berbicara, tapi budaya itu terus muncul.

Dan pada tanggal 10 Oktober 2019 dilaksanakan pemilihan calon ketua umum OSIS 2019-2020 untuk kelas X IPA 4 sebelum waktu Dzuhur. Jalan acaranya sangat terkoordinir, untuk pemilihannya pun bukan lagi dengan kertas tapi dengan teknologi yakni memasukkan kode dan input sesuai nomor kandidat di komputer yang sudah disediakan. Sebelumnya pun sudah ada tutorial dari anggota OSKA Smansa tentunya. Setelah memilih, kita harus mencelupkan jari kelingking kita ke tinta biru seperti pemilu pada umumnya. Setelah itu ada dokumentasi kelas bahwa kita sudah memilih yeay!

Apa bisa saya ambil dari acara ini? Dari hal ini saya bisa merasakan bagaimana algoritma nya rasa pemilu sebagai warga neagra Indonesia yang demokratis. Saya juga bisa merasakan perjuangan dari kandidat yang pastinya sudah susah payah menyiapkan segala hal untuk acara ini dan kedepannya. Saya juga belajar jika saya menjadi pembicara didepan umum, gak enak rasanya kalo dikacangin :"(. Dan juga demoktaris berarti jangan golput, karena kita punya hak suara, jika tidak memilih berarti kita tidak menghargai semua pelaku acara.

Sekian blog pertama kali ini, untuk yang membaca semoga bisa mengambil hikmah dan buat warga non Smansa, inilah Smansa tercinta!

akhir kalimat,
GOLPUT BUKAN PILIHAN!

Wassalamu'alaikum



Komentar